Di dunia arsitektur modern, ada konsep keren bernama Biomimicry (Biomimikri). Intinya, para arsitek "mencontek" desain, sistem, atau struktur yang ada di alam, lalu menerapkannya pada bangunan.
Penasaran bangunan apa saja yang diam-diam "niru" alam? Yuk, kita breakdown 10 mahakarya arsitektur biomimikri yang bakal bikin kamu kagum!
Eastgate Centre
Kalau kamu pikir rayap cuma hama, tunggu sampai kamu lihat bangunan ini. Eastgate Centre di Harare, Zimbabwe, dirancang oleh arsitek Mick Pearce dengan meniru sistem ventilasi sarang rayap di Afrika.
Sarang rayap bisa menjaga suhu di dalamnya tetap sejuk meski cuaca di luar sangat panas.
Dengan meniru sistem lorong-lorong udara tersebut, Eastgate Centre bisa menghemat energi untuk AC hingga 90% dibanding bangunan seukurannya!
Eden Project
Melihat Eden Project dari kejauhan itu seperti melihat kumpulan gelembung raksasa yang menempel di tanah.
Struktur dome (kubah) raksasa ini terinspirasi dari bentuk gelembung sabun dan butiran serbuk sari.
Desain geodesik ini memungkinkan kubah dibangun di atas tanah yang tidak rata sekalipun.
Sekarang, "gelembung" ini berfungsi sebagai rumah kaca raksasa yang menyimpan ribuan spesies tumbuhan dari seluruh dunia.
Beijing National Aquatics Center
Masih ingat Olimpiade Beijing 2008? "Water Cube" yang ikonik ini punya fasad yang terinspirasi dari struktur alami busa sabun (secara matematis disebut struktur Weaire-Phelan).
Sel-sel polimer transparan (ETFE) yang membentuk dindingnya nggak cuma terlihat seperti air yang sedang mendidih atau busa mandi, tapi juga berfungsi menangkap panas matahari untuk menghangatkan kolam renang di dalamnya.
Sagrada Familia
Mahakarya Antoni GaudΓ yang belum selesai sejak abad ke-19 ini adalah definisi biomimikri sejati.
Saat kamu melangkah masuk ke dalam gereja ini, rasanya seperti masuk ke dalam hutan lebat.
Tiang-tiang penyangganya didesain bercabang di bagian atas, persis seperti pohon rindang yang menopang kanopi daun.
Selain indah, struktur "pohon" ini secara teknis mendistribusikan beban atap dengan sangat sempurna.
30 St Mary Axe
Gedung pencakar langit di London ini sering diledek karena bentuknya mirip acar (gherkin).
Padahal, arsitek Norman Foster mengambil inspirasi dari Venus Flower Basket Sponge, sejenis spons laut.
Bentuknya yang melengkung secara aerodinamis membelah angin, mengurangi turbulensi di sekitar gedung, dan sistem kerangka luarnya memungkinkan sirkulasi udara alami mengalir dari bawah hingga ke puncak gedung.
Lotus Building
Dari namanya saja sudah ketebak. Terletak di Wujin, Tiongkok, bangunan ini benar-benar berbentuk seperti bunga teratai yang sedang mekar di atas danau buatan.
Sang arsitek tidak hanya meniru satu fase bunga, tapi menampilkan tiga tahap sekaligus: kuncup, bunga yang sedang mekar, dan bunga yang sudah mekar penuh.
Kombinasi warna dan pencahayaan malamnya bikin bangunan ini terlihat seperti teratai raksasa yang bercahaya.
Milwaukee Art Museum
Dirancang oleh arsitek jenius Santiago Calatrava, paviliun utama museum ini punya fitur luar biasa bernama Burke Brise Soleil.
Ini adalah struktur pelindung matahari raksasa yang terinspirasi dari sayap burung.
Kerennya lagi, "sayap" seberat 90 ton ini bisa membuka dan menutup setiap hari! Saat terbuka sepenuhnya, rentang sayapnya mencapai ukuran pesawat Boeing 747.
TWA Flight Center
Bangunan ikonik di Bandara JFK, New York ini adalah karya klasik dari Eero Saarinen.
Didesain pada era 1960-an, atap betonnya yang mengalir dan melengkung terinspirasi dari bentuk burung elang yang sedang mengepakkan sayapnya untuk lepas landas.
Di dalam, tidak ada sudut tajam; semuanya melengkung dan mengalir, memberikan sensasi kebebasan dan pergerakan awan di angkasa.
Khan Shatyr Entertainment Center
Di Astana, salah satu ibu kota terdingin di dunia, berdiri tenda tertinggi di dunia. Meski terinspirasi dari bentuk tenda tradisional Yurt, cara kerjanya sangat biologis.
Material kanopinya terbuat dari material ETFE yang berfungsi seperti "kulit" makhluk hidup.
Kulit ini melindungi interior dari suhu luar yang bisa mencapai -35Β°C di musim dingin, tapi tetap menciptakan efek rumah kaca yang nyaman di dalam, lengkap dengan pantai buatan!
National Stadium Beijing
Satu lagi dari Olimpiade Beijing. Stadion ini mendapatkan julukan "Sarang Burung" karena rangka baja raksasanya yang saling silang dan melilit, persis seperti ranting-ranting yang dikumpulkan burung untuk membuat sarang.
Susunan baja yang terlihat acak ini sebenarnya sangat terukur dan memberikan kekuatan struktural yang luar biasa untuk menahan guncangan gempa, sekaligus menyamarkan penyangga atap stadion.




