Konten artikel

Di dunia arsitektur modern, ada konsep keren bernama Biomimicry (Biomimikri). Intinya, para arsitek "mencontek" desain, sistem, atau struktur yang ada di alam, lalu menerapkannya pada bangunan.

Penasaran bangunan apa saja yang diam-diam "niru" alam? Yuk, kita breakdown 10 mahakarya arsitektur biomimikri yang bakal bikin kamu kagum!

Eastgate Centre

Pemandangan tingkat jalan dari kompleks kantor dan perbelanjaan Eastgate Centre yang khas dan bertekstur di Harare, Zimbabwe, menampilkan fasad dengan sirip dan balkon kecil peneduh matahari yang meniru struktur sarang rayap, di sepanjang jalan kota yang sibuk.
Harare, Zimbabwe πŸ‡ΏπŸ‡Ό

Kalau kamu pikir rayap cuma hama, tunggu sampai kamu lihat bangunan ini. Eastgate Centre di Harare, Zimbabwe, dirancang oleh arsitek Mick Pearce dengan meniru sistem ventilasi sarang rayap di Afrika.

Sarang rayap bisa menjaga suhu di dalamnya tetap sejuk meski cuaca di luar sangat panas.

Dengan meniru sistem lorong-lorong udara tersebut, Eastgate Centre bisa menghemat energi untuk AC hingga 90% dibanding bangunan seukurannya!

Eden Project

Foto udara lanskap luas memandang melintasi lubang tambang reklamasi bertingkat di Cornwall, yang berisi beberapa biome geodesik raksasa yang saling terhubung dari Proyek Eden, dengan struktur kubah mirip gelembung yang jelas di bawah langit berawan sebagian.
Cornwall, Inggris πŸ‡¬πŸ‡§

Melihat Eden Project dari kejauhan itu seperti melihat kumpulan gelembung raksasa yang menempel di tanah.

Struktur dome (kubah) raksasa ini terinspirasi dari bentuk gelembung sabun dan butiran serbuk sari.

Desain geodesik ini memungkinkan kubah dibangun di atas tanah yang tidak rata sekalipun.

Sekarang, "gelembung" ini berfungsi sebagai rumah kaca raksasa yang menyimpan ribuan spesies tumbuhan dari seluruh dunia.

Beijing National Aquatics Center

Pemandangan malam jarak dekat dari eksterior unik berlapis gelembung dari Pusat Akuatik Nasional Beijing (Kubus Air), menampilkan membran ETFE yang membentuk kisi-kisi seluler biru yang bercahaya terang melawan langit berbintang gelap, dengan bayangan orang di dekatnya.
Beijing, Tiongkok πŸ‡¨πŸ‡³

Masih ingat Olimpiade Beijing 2008? "Water Cube" yang ikonik ini punya fasad yang terinspirasi dari struktur alami busa sabun (secara matematis disebut struktur Weaire-Phelan).

Sel-sel polimer transparan (ETFE) yang membentuk dindingnya nggak cuma terlihat seperti air yang sedang mendidih atau busa mandi, tapi juga berfungsi menangkap panas matahari untuk menghangatkan kolam renang di dalamnya.

Sagrada Familia

Pemandangan dari tingkat permukaan melintasi kolam taman reflektif dari fasad Nativity yang rumit dan menara lonceng utama basilika Sagrada Familia yang belum selesai di Barcelona, membubung tinggi ke langit biru cerah dengan awan, dibingkai oleh pepohonan.
Barcelona, Spanyol πŸ‡ͺπŸ‡Έ

Mahakarya Antoni GaudΓ­ yang belum selesai sejak abad ke-19 ini adalah definisi biomimikri sejati.

Saat kamu melangkah masuk ke dalam gereja ini, rasanya seperti masuk ke dalam hutan lebat.

Tiang-tiang penyangganya didesain bercabang di bagian atas, persis seperti pohon rindang yang menopang kanopi daun.

Selain indah, struktur "pohon" ini secara teknis mendistribusikan beban atap dengan sangat sempurna.

30 St Mary Axe

Pemandangan udara sudut tinggi dari gedung pencakar langit ikonik 30 St Mary Axe (The Gherkin) berlapis kaca, membubung tinggi di atas distrik keuangan City of London yang padat, dengan struktur diagridnya yang berputar menangkap cahaya matahari terbenam yang hangat.
London, Inggris πŸ‡¬πŸ‡§

Gedung pencakar langit di London ini sering diledek karena bentuknya mirip acar (gherkin).

Padahal, arsitek Norman Foster mengambil inspirasi dari Venus Flower Basket Sponge, sejenis spons laut.

Bentuknya yang melengkung secara aerodinamis membelah angin, mengurangi turbulensi di sekitar gedung, dan sistem kerangka luarnya memungkinkan sirkulasi udara alami mengalir dari bawah hingga ke puncak gedung.

Lotus Building

Foto senja jarak dekat dari kompleks Bangunan Teratai patung di Wujin, Tiongkok, struktur utamanya diterangi warna merah muda seperti bunga teratai mekar raksasa dengan inti yang bercahaya, menjulang dari kolam reflektif yang sempurna dengan gedung pencakar langit modern di kejauhan.
Wujin, Tiongkok πŸ‡¨πŸ‡³

Dari namanya saja sudah ketebak. Terletak di Wujin, Tiongkok, bangunan ini benar-benar berbentuk seperti bunga teratai yang sedang mekar di atas danau buatan.

Sang arsitek tidak hanya meniru satu fase bunga, tapi menampilkan tiga tahap sekaligus: kuncup, bunga yang sedang mekar, dan bunga yang sudah mekar penuh.

Kombinasi warna dan pencahayaan malamnya bikin bangunan ini terlihat seperti teratai raksasa yang bercahaya.

Milwaukee Art Museum

Foto tingkat permukaan dari sayap peneduh matahari putih (Brise Soleil) paviliun Museum Seni Milwaukee di Milwaukee, terbuka lebar dan menjulang ke langit biru cerah, menampilkan struktur patung modern di atas halaman rumput hijau.
Milwaukee, Amerika Serikat πŸ‡ΊπŸ‡Έ

Dirancang oleh arsitek jenius Santiago Calatrava, paviliun utama museum ini punya fitur luar biasa bernama Burke Brise Soleil.

Ini adalah struktur pelindung matahari raksasa yang terinspirasi dari sayap burung.

Kerennya lagi, "sayap" seberat 90 ton ini bisa membuka dan menutup setiap hari! Saat terbuka sepenuhnya, rentang sayapnya mencapai ukuran pesawat Boeing 747.

TWA Flight Center

Pemandangan senja ditinggikan dari Pusat Penerbangan TWA patung di New York City, dengan cangkang betonnya yang luas membentuk sayap yang menyapu ke atas seperti burung yang sedang lepas landas, diterangi dari dalam, dengan mobil AirTrain dan tempat parkir di dekatnya.
New York City, Amerika Serikat πŸ‡ΊπŸ‡Έ

Bangunan ikonik di Bandara JFK, New York ini adalah karya klasik dari Eero Saarinen.

Didesain pada era 1960-an, atap betonnya yang mengalir dan melengkung terinspirasi dari bentuk burung elang yang sedang mengepakkan sayapnya untuk lepas landas.

Di dalam, tidak ada sudut tajam; semuanya melengkung dan mengalir, memberikan sensasi kebebasan dan pergerakan awan di angkasa.

Khan Shatyr Entertainment Center

Pemandangan tingkat jalan dari Pusat Hiburan Khan Shatyr berbentuk kerucut transparan yang besar di Astana, menampilkan membran ETFE bercahaya yang didukung oleh tiang tengah masif, di bawah langit biru cerah dengan awan tipis.
Astana, Kazakhstan πŸ‡°πŸ‡Ώ

Di Astana, salah satu ibu kota terdingin di dunia, berdiri tenda tertinggi di dunia. Meski terinspirasi dari bentuk tenda tradisional Yurt, cara kerjanya sangat biologis.

Material kanopinya terbuat dari material ETFE yang berfungsi seperti "kulit" makhluk hidup.

Kulit ini melindungi interior dari suhu luar yang bisa mencapai -35Β°C di musim dingin, tapi tetap menciptakan efek rumah kaca yang nyaman di dalam, lengkap dengan pantai buatan!

National Stadium Beijing

Foto udara sudut lebar Stadion Nasional Beijing (Sarang Burung) yang melingkar dan luas, menampilkan kisi-kisi anyaman balok logam yang rumit dan kacau di fasadnya, dikelilingi oleh alun-alun Olimpiade yang beraspal.
Beijing, Tiongkok πŸ‡¨πŸ‡³

Satu lagi dari Olimpiade Beijing. Stadion ini mendapatkan julukan "Sarang Burung" karena rangka baja raksasanya yang saling silang dan melilit, persis seperti ranting-ranting yang dikumpulkan burung untuk membuat sarang.

Susunan baja yang terlihat acak ini sebenarnya sangat terukur dan memberikan kekuatan struktural yang luar biasa untuk menahan guncangan gempa, sekaligus menyamarkan penyangga atap stadion.

Komentar
Jadi yang pertama komentar ✨
Login untuk komentar
Masuk atau daftar ke Ruminda dulu untuk meninggalkan komentar dengan klik tombol dibawah.
Lihat Juga
Artikel Lainnya
Lihat semua
Ikuti di WhatsApp
Masukkan nomor kamu untuk dapetin update artikel terbaru langsung di chat!
Sebentar lagi!
Sosial media lagi dalam proses nih. Masukin nomor HP kamu ya, biar nanti dikabarin pas udah siap.