Selain milih kasur yang empuk, material rangka ranjang (bed frame) juga ngaruh banget ke kenyamanan, keawetan, dan pastinya vibes kamar kamu.
Nggak lucu kan kalau lagi enak-enak tidur, ranjangnya bunyi berderit atau malah reyot? Nah, biar nggak salah beli, yuk kita bedah tuntas 7 jenis material ranjang yang ada di pasaran!
Kayu Solid
Kalau ngomongin material paling legend, kayu solid (seperti jati, mahoni, atau sungkai) adalah juaranya.
- Kelebihan: Super kuat, awet sampai puluhan tahun, dan punya serat alami yang bikin kamar kerasa lebih hangat. Material ini cocok banget kalau kamu suka desain Platform bed bergaya minimalis atau tradisional. Kesannya kokoh dan timeless.
- Kekurangan: Harganya lumayan bikin kantong menjerit dan bobotnya berat banget. Kalau kamu anak kos yang suka pindah-pindah, butuh effort ekstra buat gotong-gotong ranjang ini.
Kayu Olahan
Pengen look kayu tapi budget mepet? Kayu olahan atau engineered wood bisa jadi jalan ninjamu. Material ini biasanya dilapisi veneer atau HPL biar tampilannya mulus.
- Kelebihan: Harganya jauh lebih bersahabat dan bobotnya lebih ringan. Material ini andalan banget buat dibikin Storage bed (ranjang dengan laci) atau Murphy bed (ranjang lipat dinding) karena gampang dibentuk dan nggak bikin engsel cepet rusak karena terlalu berat.
- Kekurangan: Musuh terbesarnya adalah air dan udara lembap. Nggak seawet kayu solid dan rawan rusak atau "mrupul" kalau keseringan dibongkar-pasang.
Besi / Metal
Buat kamu yang suka gaya industrial atau modern minimalis, rangka besi wajib masuk wishlist.
- Kelebihan: Tangguh, awet, anti rayap, dan biasanya harganya cukup terjangkau. Secara visual, rangka besi bikin kamar terasa lebih lega dan nggak sumpek, pas banget buat ruangan mungil.
- Kekurangan: Kalau kualitas besinya kurang bagus atau catnya ngelupas, bisa karatan. Selain itu, kalau mur-nya mulai kendor, siap-siap aja denger konser suara decitan setiap kamu ganti posisi tidur.
Upholstered
Pernah nginep di hotel bintang lima dan ngerasa ranjangnya cozy banget? Itu karena mereka pakai ranjang upholstered.
Rangkanya dilapisi busa tebal dan dibungkus kain seperti linen, velvet (beludru), atau kulit sintetis.
- Kelebihan: Nyaman maksimal buat dipakai sandaran pas lagi baca buku atau scrolling HP sebelum tidur. Tampilannya juga super elegan dan bikin kamar kelihatan mahal.
- Kekurangan: Ekstra PR di perawatan. Gampang kena noda, nyimpen debu, dan kalau kamu pelihara anjing atau kucing, headboard ranjang ini bisa jadi sasaran empuk garukan mereka.
Rotan
Buat yang suka gaya Bohemian (Boho), Japandi, atau pengen bawa vibes staycation ala villa Bali ke dalem kamar, rotan adalah kuncinya.
- Kelebihan: Ringan banget buat digeser, ramah lingkungan, dan sirkulasi udaranya bagus (bikin bagian bawah kasur nggak gampang lembap). Desain anyamannya ngasih kesan unik dan santai.
- Kekurangan: Nggak sekuat kayu solid atau besi, jadi jangan dipakai lompat-lompatan! Sela-sela anyamannya juga rawan jadi tempat sembunyi debu kalau malas di-vacuum.
Plastik / PVC
Kalau material yang satu ini pasarnya sangat spesifik: ranjang balita atau anak-anak. Biasanya dicetak jadi bentuk-bentuk lucu kayak mobil balap atau istana.
- Kelebihan: Harganya super murah, sangat ringan, dan maintenance free. Kalau ketumpahan susu atau dicoret-coret spidol, tinggal lap pakai kain basah, langsung kinclong lagi.
- Kekurangan: Kapasitas bebannya sangat terbatas, jelas nggak dirancang buat nahan berat orang dewasa. Secara estetika juga kurang cocok buat kamar remaja.
Kombinasi Material
Kenapa harus pusing milih satu kalau bisa digabung? Perpaduan material ini lagi ngetren banget dan ngasih look yang dinamis.
Misalnya, rangka besi hitam dipadu aksen kayu natural (Industrial look), atau kayu solid dengan headboard upholstered.
- Kelebihan: Kamu dapetin keunggulan dari masing-masing material. Desainnya jadi jauh lebih modern, estetis, dan nggak ngebosenin.
- Kekurangan: Perawatannya jadi dobel. Kamu harus tahu cara bersihin kayunya biar awet, sekaligus ngejaga besinya biar nggak karatan atau merawat kainnya biar bebas debu.



