Konten artikel

Pernah kepikiran nggak, jauh sebelum ada arsitektur modern yang serba minimalis dan kaca di mana-mana, orang-orang zaman dulu tinggal di rumah yang kayak gimana, ya?

Ternyata, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi juga cerminan budaya dan cara manusia beradaptasi dengan alam sekitarnya.

Yuk, kita tour online melihat 11 rumah tradisional dari berbagai belahan dunia!

Gassho-zukuri

Sebuah foto miring dari sebuah rumah Gassho-zukuri tradisional Jepang di desa Shirakawa-go. Atap jerami yang sangat miring dan tebal menutupi struktur kayu, dikelilingi oleh pohon-pohon pinus hijau tua dan jalan aspal dengan tiga orang turis berjalan menjauh.
Jepang ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต

Kalau kamu pernah lihat foto desa bersalju yang estetik di Shirakawa-go, itu dia rumah Gassho-zukuri.

Atap jeraminya sengaja dibuat sangat miring dan tebal mirip tangan yang sedang berdoa supaya salju tebal gampang meluncur jatuh.

Kerennya lagi, rumah anti-badai salju ini dibangun dengan kokoh tanpa menggunakan paku sama sekali, lho!

Hanok

Pemandangan jalan Hanok tradisional Korea di desa Bukchon. Sederetan rumah Hanok dengan atap genteng keramik gelap yang melengkung dan dinding kayu-putih berbaris di sepanjang jalan beraspal. Pintu masuk kayu dan jendela kisi-isi terlihat di bawah langit mendung kebiruan.
Korea ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท

Buat pencinta drakor sageuk, pasti udah familier banget sama rumah tradisional Korea Selatan yang super estetik ini.

Hanok didesain menyatu dengan alam, lengkap dengan sistem pemanas lantai Ondol untuk musim dingin dan lantai kayu Maru yang sejuk saat musim panas.

Bener-bener definisi smart home versi zaman old!

Siheyuan

courtyard tengah yang luas dari sebuah kompleks Siheyuan Tiongkok kuno. Bangunan dengan atap genteng tradisional mengelilingi halaman, menampilkan tiang-tiang kayu merah dan ukiran rumit. Terdapat hiasan batu di kiri dan pot tanaman besar di tengah, dengan jalur batu dan langit cerah.
China ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ

Siheyuan adalah kompleks rumah klasik Tiongkok yang sering banget muncul di film-film silat atau drama sejarah.

Ciri khas utamanya adalah taman atau halaman terbuka yang terletak persis di tengah-tengah dan dikelilingi bangunan di keempat sisinya.

Tata letaknya sangat memikirkan aturan Feng Shui, sirkulasi udara yang baik, dan privasi keluarga.

Trullo

Sebuah foto dekat dari fasad trullo batu putih tradisional. Atap kerucut yang khas terbuat dari batu abu-abu tumpuk, dengan dekorasi puncak batu putih. Pintu masuk mengarah ke ruang makan dengan meja dan kursi, dengan tanaman di rak batu di luar.
Italia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡น

Bergeser ke Italia bagian selatan, ada Trullo yang bentuknya unik banget mirip rumah kurcaci berwarna putih.

Atap kerucutnya cuma terbuat dari tumpukan batu kapur yang disusun tanpa menggunakan semen sama sekali.

Konon, desain bongkar-pasang ini sengaja dibuat supaya atapnya gampang dirubuhkan saat petugas pajak dari kerajaan datang menagih!

Chalet

Sebuah foto miring dari sebuah Chalet Swiss modern-klasik berbahan kayu dengan balkon besi tempa yang luas. Lantai dasarnya adalah beton abu-abu, dan atap kayunya menjorok ke luar. Rumah ini dikelilingi oleh salju tebal dan pepohonan pinus di lereng gunung.
Swiss ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ญ

Membayangkan pegunungan Alpen di Swiss pasti sepaket dengan bayangan rumah kayu Chalet berbalkon lebar.

Dulunya, ini adalah pondok sederhana tempat para peternak sapi bernaung selama musim panas.

Namun sekarang, Chalet justru lebih identik dengan vila-vila mewah tempat orang liburan dan main ski di musim dingin.

Riad

Sudut pandang interior dari courtyard tengah sebuah Riad Maroko yang elegan. Dua lantai dengan balkon bergaya mashrabiya besi tempa mengelilingi ruang terbuka. Cahaya hangat dari lampu gantung tembaga menerangi ruang tamu dengan kursi rotan dan tanaman pot besar, dengan pintu kayu tradisional di latar belakang.
Maroko ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฆ

Pencinta arsitektur estetik dengan pola geometris pasti akan langsung jatuh cinta dengan Riad khas Maroko.

Dari luar bangunannya mungkin terlihat tertutup, tapi begitu masuk kamu bakal disambut taman indoor cantik lengkap dengan air mancur dan ubin mozaik.

Desain ini sengaja dibuat untuk menjaga privasi penghuninya sekaligus menghalau cuaca panas terik Afrika Utara.

Izba

Bagian depan Izba kayu tradisional Rusia, dicat warna hijau tua yang semarak. Fasadnya dihiasi dengan ukiran kayu rumit bercat kuning dan merah di sekitar tiga jendela, pintu pagar kayu, dan atap pelana. Semak-semak hijau terlihat di bagian depan.
Rusia ๐Ÿ‡ท๐Ÿ‡บ

Di desa-desa bersalju Rusia, masyarakat tradisionalnya tinggal di dalam kabin kayu pinus super hangat yang disebut Izba.

Rumah ini makin cantik dengan tambahan ukiran kayu yang sangat rumit di sekitar jendelanya.

Bintang utama di dalamnya adalah tungku perapian raksasa yang nggak cuma dipakai buat masak, tapi bagian atasnya juga asyik buat tempat tidur saat musim dingin tiba.

Turf House

Sebuah foto dekat dari Turf House tradisional Islandia. Bagian depannya terbuat dari papan kayu hitam dengan pintu biru turquoise dan jendela putih, sedangkan atap dan sisi-sisinya ditutupi oleh rumput hijau dan tanah. Jalur kerikil mengarah ke pintu masuk.
Islandia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ธ

Pernah kebayang tinggal di bawah bukit berumput kayak rumah Hobbit di The Lord of the Rings?

Turf House di Islandia bentuknya persis seperti itu, dengan atap dan dinding yang sengaja ditutupi lapisan tanah serta rumput tebal.

Karena kayu cukup langka di sana, rumput jadi solusi isolator alami paling ampuh buat menahan angin beku khas cuaca ekstrem Nordik.

Adobe House

Sebuah kompleks rumah Adobe dua lantai yang dicat warna terracotta, dengan dinding luar yang tebal dan melengkung lembut serta beberapa jendela kecil. Tangga beton rendah mengarah ke teras, dengan pegunungan berbatu merah-cokelat yang besar sebagai latar belakang.
Meksiko ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฝ

Kalau yang ini adalah rumah tradisional tahan panas yang sering kamu temui di wilayah gurun Meksiko atau Amerika bagian barat daya.

Dinding cokelat tanahnya yang tebal dan melengkung terbuat dari campuran tanah liat, air, dan jerami yang dikeringkan matahari.

Material alami ini super canggih karena bisa menyerap panas terik di siang hari dan melepaskan kehangatannya perlahan saat suhu malam menurun tajam.

Longhouse

Sebuah foto dari luar Longhouse Viking yang panjang, terbuat dari kayu yang sudah tua dan gelap, dengan atap genteng kayu yang melengkung dan dekorasi tanduk kayu di puncaknya. Rumah ini berdiri di padang rumput hijau di bawah langit mendung.
Norwegia ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ด

Sesuai namanya, Longhouse adalah rumah kayu super panjang berbentuk perahu terbalik yang jadi pusat kehidupan bangsa penjelajah Viking.

Bangunan ini muat untuk menampung beberapa keluarga, kerabat, bahkan hewan ternak sekaligus dalam satu atap yang sama.

Di bagian tengahnya terdapat parit api memanjang yang berfungsi untuk menghangatkan seluruh ruangan sekaligus tempat memasak bersama.

Hogan

Dua anak kecil mengintip dari pintu masuk sebuah hogan tradisional Navajo yang terbuat dari kayu dan tanah di bawah langit biru yang cerah.
Amerika Serikat ๐Ÿ‡บ๐Ÿ‡ธ

Terakhir, ada rumah tradisional suku Navajo, penduduk asli benua Amerika, yang kerangkanya terbuat dari kayu berbalut tanah merah padat.

Bagi mereka, Hogan bukan sekadar rumah biasa, melainkan tempat suci berbentuk kubah atau segi delapan.

Uniknya, pintu masuknya selalu diatur menghadap ke timur supaya penghuninya bisa menyambut berkah matahari terbit setiap pagi!

Komentar
Jadi yang pertama komentar โœจ
Login untuk komentar
Masuk atau daftar ke Ruminda dulu untuk meninggalkan komentar dengan klik tombol dibawah.
Lihat Juga
Artikel Lainnya
Lihat semua
Ikuti di WhatsApp
Masukkan nomor kamu untuk dapetin update artikel terbaru langsung di chat!
Sebentar lagi!
Sosial media lagi dalam proses nih. Masukin nomor HP kamu ya, biar nanti dikabarin pas udah siap.